RIP Ucokk Tampubolon

Perkenalan pertama saya dengan Ucokk kira-kira di tahun 2010, setelah saya mereview album pertama Divine yang bertitel Anger Thy Giveth untuk portal musik RawDep. Via Facebook, saya berkenalan langsung dengan beliau dan berbicara banyak hal soal musik, terutama Thrash Metal. Jujur saja, saat itu saya ‘newbie’ di kota ini, maklum saya perantauan. Belum banyak kenalan saat itu, dan Ucokk termasuk orang pertama di dunia Metal Jakarta khususnya yang saya kenal saat itu.

11828578_10204871915104168_2782600259776640430_n

Tak berapa lama, saya tertarik untuk ikut Divine latihan dan Ucokk malah sekalian mengajak saya untuk bergabung, siapa tau cocok. Hehehe, sebelumnya memang saya bermain Thrash Metal dengan band old school Against, asal Purwokerto, jadi yah lumayan ada ‘modal’ untuk bermain genre ini. Pertemuan kami pertama kali di studio BK, Kemang milik Dodi Betrayer. Di situ saya berkenalan dengan member Divine lainnya, Aji, Ben, dan Ino. Malam itu juga, saya resmi masuk mengisi line up Divine yang berarti mengubah konsep awal dari single guitarist menjadi double guitarists.

Gig pertama saya dengan Divine adalah Jak Cloth di Senayan. Sebuah gig yang sangat membuka mata saya dengan scene Metal Jakarta. Mulai banyak teman-teman baru dan tentu saja sebuah kebanggan bisa bergabung dengan ‘band ibu kota’, itu saja kepuasan saya yang ‘polos’ saat itu. Di mata saya, Ucokk adalah sosok yang mengayomi, membimbing. Idealisme dia cukup tinggi, tapi tidak terlalu tinggi untuk menerima masukan dari member Divine lainnya. Gig demi gig kami jalani dengan semangat, dan saat itu juga kami mulai memasuki proses kreatif untuk album baru Divine. Black Solid, After War, Creature Inside perdana kami bawakan di gig A Tribute to The Big 4 & Allies, MU Café Sarinah. Banyak komen positif soal ‘perubahan’ musik Divine yang makin raw dan old school.

Selalu ada rasa bangga tiap kali Ucokk memperkenalkan saya ke orang lain, ‘Ini tandeman gue di Divine, ngeri kannnnn…’ Hahaha, kalimat ‘Ngeriiii kan’ selalu jadi trademark beliau. Di balik sosoknya yang sangar, gondrong, dia memiliki rasa humor yang tinggi dan suara unik yang akan membuat orang tertawa saat pertama kali berbicara dengannya.

11873652_10204944706483907_5375964961594197076_n

Hingga suatu hari, saya mendapat kabar kalo Ucokk masuk RS Carolus karena suspect brain tumor. Damn!!! Dia tidak pernah sedikitpun mengeluh atau memberi tahu soal penyakit yang ternyata sudah lama dideritanya, bahkan ke Kak Bintang (Istrinya) sekalipun. Hingga akhirnya Bang Ucokk kedapatan kejang-kejang saat tidur dan saat itu juga dilarikan ke RS. Yang paling mengejutkan, saat bertemu di ruang perawatan, dia bilang ‘Kel, sorry ya, hari ini gak jadi latian..’ (hari itu harusnya Divine ada jadwal latihan). Antara shock dan kagum, orang ini baru saja koma dan dengan santainya dia bisa bilang hal itu. Masih ketawa-tawa, walaupun terlihat jelas badannya lemah sekali saat itu.

Atas inisiatif teman-teman, segera diadakan 2 gig khusus untuk mendonasikan hasilnya membantu biaya perawatan Ucokk. Yang pertama, Charity for Ucokk yang diadakan di MU Café, disupport banyak sekali teman-teman yang mau perform tanpa dibayar sepeser pun, acaranya pun berlangsung sampai nyaris subuh, pukul 02:00 pagi. Yang kedua, Metal Mafia yang diadakan Revision Live di Bulungan Outdoor, disupport banyak band-band besar dan menarik massa yang luar biasa banyaknya.

Lucunya, saat itu saya baru mengetahui, ternyata sosok Ucokk sebesar itu, setenar itu. Sosoknya yang luar biasa humble, rendah hati menutupi hal itu. Dia mau bergaul dengan siapa saja, semua orang dari berbagai kalangan, atas sampai bawah. Dia itu LEGENDA!!

Karena jiwanya yang super cuek dan kuat, sampai tahun 2015 tidak ada kejadian serius soal kesehatannya. Kami manggung di berbagai tempat, Bandung sampai Purwokerto. Perjuangan panjang kami berbuah hasil, pada bulan Maret 2015 akhirnya Divine mengeluarkan album baru, Long Live Thrash Metal dilabeli oleh Hitam Kelam. Kegembiraan Ucokk pada puncaknya. Apa yang sama-sama kami perjuangkan dari tahun 2011 akhirnya terealisasi.

Kira-kira bulan April, saya dikejutkan lagi kabar darinya, ‘Kel, gw drop lagi nih..’. Karena ingin kondisinya pulih, Divine meneruskan beberapa gig yang sudah ada dengan format berempat. Sampai akhirnya di gig Jakarta Rockculture 2015, Rolling Stone Cafe. Setelah sebelumnya Ucokk absen untuk bermain di beberapa gig, entah, di gig ini dia memaksa untuk ikut dan saat latihan kondisinya tampak baik-baik saja.

Seingat saya, saat gig itu, Ibunda Ucokk ikut serta. Aneh, tapi ya kami main seperti biasa. Hingga saya melihat video perform ini diupload. Ini kayak bukan Ucokk! Ucokk harusnya gila-gilaan, bukan diam di stage..

Setelah itu, saya juga baru mengetahui, saat di gig ini ada dokter yang stand by, untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Ternyata ini ‘pesan’ terakhir dari beliau, bahwa sampai titik terakhir, dia ingin jarjerjor di stage…

Sedih, kecewa, sakit hati dan berjuta perasaan negatif lainnya berkecamuk di diri saya saat mendapat kabar Beliau menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami pembengkakan batang otak pasca operasi pengangkatan tumornya. Ikhlas, doa terbaik dan hal baiknya banyak sekali disampaikan orang-orang yang sayang dan kenal Ucokk.

Kalo saya ditanya, siapa gitaris terbaik Indonesia, saya akan langsung menjawab UCOKK TAMPUBOLON. Saya bangga sekali pernah berkarya, bermain, bercanda, bekerja bersamanya..

Selamat jalan, Bang.. Bakal kangen banget sama lo.. sosok lo gak akan pernah tergantikan.

Orang baik, ‘pulang’ di hari Jumat..

11800525_10204873257257721_8448245219996690505_n

Barangsiapa meninggal pada hari Jum’at maka ia akan dilindungi dari siksa kubur.” (HR. Abu Ya’la no. 4113 dan Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil, 7/2554)

(ditulis 7 Agustus 2015)

Advertisements

2nd single from DIVINE, Jakarta Thrash Metal’s band.

2nd single from DIVINE, Jakarta Thrash Metal’s band.

Lyric :

Kita masih disini
bertahan melawan berapi-api
berontak, menentang, dalam hitam
kobaran di jiwa takkan pernah padam

we will survive! we keep it alive!
LONG LIVE THRASH METAL

Kita takkan pernah berhenti
Suarakan kembali! LONG LIVE THRASH METAL
Terus bergerak dalam hitam
Terus teriakkan! LONG LIVE THRASH METAL

Generasi terus berganti
Smakin bahaya lakukan agresi
Bertahan, melawan, dalam hitam
kobaran di jiwa takkan pernah padam

we will survive! we keep it alive!
LONG LIVE THRASH METAL

Kita takkan pernah berhenti
Suarakan kembali! LONG LIVE THRASH METAL
Terus bergerak dalam hitam
Terus teriakkan! LONG LIVE THRASH METAL

Badan takkan menolak untuk menua
Nyawa takkan bertahan selamanya
Namun paham ini tak boleh berhenti
Our head must carry on this legacy

solo : Ucokk, Heyckel

Trus bakar semangat dalam jiwamu
Hadapi realita yang membusuk
Dengan hitam yang ada kita bersatu
Lantas hentakkan smangatmu!

Kita takkan pernah berhenti
Suarakan kembali! LONG LIVE THRASH METAL
Terus bergerak dalam hitam
Terus teriakkan! LONG LIVE THRASH METAL

 

The Fallen Castle

My 6th diorama, figure using Kratos (Neca) & Loki (Marvel Legends).

Image

Image

Image

Every Little Thing He Does Is Magic.. (STING : Back To Bass concert report)

Image

Gordon Matthew Thomas Sumner, mungkin nama ini terdengar asing di telinga kita. Tapi saat mendengar nama Sting, pikiran kita pasti langsung tertuju pada pentolan The Police. Yup, Sting yang sekarang lebih fokus pada solo karir-nya, sejak The Police bubar pada tahun 1986, akhirnya menggelar kembali konser di Indonesia (setelah yang terakhir digelar pada tahun 1994 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center). Kali ini Sting datang dalam gelaran Tur-nya yang bertajuk Back To Bass Tour 2012 yang dipromotori oleh TEM Asia. Ada dua hal yang spesial di konser ini, yang pertama Indonesia adalah Negara terakhir yang masuk dalam list tour dan yang kedua, di konser ini Sting akan kembali memainkan Bass-nya sembari menyanyikan hits-hits-nya (baik dari album-album solonya maupun album-album The Police).

Sekitar 7000 penonton memadati konser penyanyi asal Inggris itu yang dihelat di Mata Elang Internasional Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (15/12/2012). Tiket yang dijual mulai dari harga 800rb sampai yang paling mahal 5jt tidak mengurangi antusiasme para penggemar Sting yang ingin menyaksikan pujaannya secara langsung. Usia penonton yang hadir pun terlihat sangat beragam, ada yang datang karena ingin melihat sosok Sting sebagai ‘anggota The Police’ maupun sebagai ‘penyanyi’. Antrian para calon penonton sudah terlihat sejak sore hari dan terlihat banyak keluarga, anak muda maupun para Musisi Indonesia yang ingin melihat pelantun Englishman In New York ini.

Akhirnya setelah agak menunggu dan stadium telah penuh sesak, tepat jam 20:30 WIB, Sting muncul dengan senyuman yang kharismatik dan disambut dengan teriakan para penggemar. Konser dibuka dengan nomer solonya, ‘If I ever Lose My Faith’. Seperti biasa ‘pasukan pendamping’ yang dibawa Sting selalu musisi kelas dunia yang sudah tidak asing lagi terutama diantara para musisi. Sebut saja sang drummer legendaris, Vinnie Colaiuta yang tampil sangat enerjik malam itu. Gitaris ‘sejuta’ solois, Dominic Miller juga menjadi daya tarik konser malam itu.

‘Terima kasih Jakarta’, sapa Sting yang kemudian dilanjutkan dengan lagu kedua dan mengajak para audiens untuk sing-a-long, termasuk salah satu lagu yang ditunggu-tunggu juga, Every Little Thing She Does Is Magic, hits dari The Police. Sepanjang konsernya, Sting selalu mengajak audiens untuk berkomunikasi dan tidak ketinggalan show off masing-masing player yang memukau. Hampir semua lagu-lagu hits yang ‘diidam-idamkan’ penonton dibawakan seperti, Englishman In New York, Fields of Gold, Message in A Bottle, Shape of My Heart, De Do Do Do De Da Da Da, Roxanne, Desert Rose dan lainnya. Sound yang dihasilkan pun terdengar balance malam itu.

Seperti layaknya konser-konser pada umumnya, Encore pun dilakukan Sting malam itu. Setelah usai menyanyikan ‘Roxanne’, ia meninggalkan panggung untuk ‘memancing’ audiens untuk meneriakkan ‘we want more..we want more..’. Benar saja, tak lama kemudian ia kembali dan intro Desert Rose dimainkan yang disambut dengan teriakan histeris sebagian besar penonton wanita. Desert Rose adalah salah satu hits dari album solo Sting yang mempunyai ambience Timur Tengah yang mampu mengajak penonton untuk berdendang dan berdansa. Dilanjutkan dengan hits dari The Police yang fenomenal, Every Breath You Take. Banyak yang mengira, lagu ini menjadi akhir konser malam itu.  Berbeda dengan konser-konser kebanyakan, kali ini Sting memberikan 2 kali encore, hingga akhirnya Fragile ‘benar-benar’ menutup konser yang tidak akan terlupakan malam itu. Every little things he does is magic.. (Heyckel)

Setlist :

  1. If I ever Lose My Faith
  2. Every Little Thing She Does Is Magic
  3. Englishman In New York
  4. Seven Days
  5. Demolition Man
  6. I Hung My Head
  7. The End of The Game
  8. Fields of Gold
  9. Driven To Tears
  10. Heavy Cloud No Rain
  11. Message in A Bottle
  12. Shape of My Heart
  13. The Hounds of Winter
  14. Wrapped Around Your Finger
  15. De Do Do Do De Da Da Da
  16. Roxanne
  17. Desert Rose
  18. King of Pain
  19. Every Breath You Take
  20. Next To You
  21. Fragile

Player :

  • Drum : Vinnie Colaiuta
  • Guitar : Dominic Miller
  • Keys : David Sancious
  • Violin : Peter Tickell
  • Backing Vocal : Jo Lawry.

DJARUM SUPER ROCK FEST 2012 : COME OUT AND PLAY report : 2 DAYS OF ROCKS

Image

Sebuah festival Rock yang bertajuk ‘Djarum Super Rock Fest 2012 : Come Out and Play’ digelar pada hari Sabtu-Minggu (10-11 November 2012) di Lapangan D Senayan, Jakarta. Festival yang dipromotori oleh Variant Entertainment ini menampilkan sederet musisi Rock luar dan dalam negeri yang dibagi dalam 3 stage, yaitu Distortion Stage, Overdrive Stage, dan Whatever Stage. Untuk musisi luar negeri-nya diantara lain adalah Sepultura, Portnoy Sheehan Macalpine Sherinian (PSMS), David Kennedy (Angel and Airwaves), Sinclarity, We Start Party’s dan DJ Motiv8 (Black Eyed Peas). Untuk rocker Indonesia yang unjuk gigi adalah RI1, The Miracle, 7 Kurcaci, FLIP, Cozy Republik, The After Miles, Thrashline, Disconnected, Melodrama, Blitzkrieg, Peron Satoe dan masih banyak lagi. Harga tiket pun terbilang terjangkau untuk sebuah festival yang menampilkan banyak musisi. Harga tiket yang dijual bisa dibilang cukup terjangkau, hari pertama tiket dibanderol dengan harga Rp. 100.000 dan untuk hari kedua dibanderol dengan harga Rp. 150.000.  

Day 1

Hari pertama gelaran festival ini dibuka dengan cuaca yang sangat cerah, dibandingkan dengan beberapa hari belakangan yang selalu diwarnai hujan. Seperti biasa saat sebuah festival digelar, para audiens akan dimanjakan dengan performa para band yang bermain di masing-masing stage. Bebas memilih mana yang ingin dilihat atau sekedar berjalan-jalan ke area venue yang banyak menghadirkan stand booth merchandise. Semua audiens tampak ingin menyaksikan semua band yang tampil hari itu dan tidak ingin kehilangan satu momen pun. Terlebih dengan genre yang variatif membuat gelaran ini tidak berjalan dengan membosankan. Band-band yang bermain saling mencuri perhatian para audiens. Seperti 7 Kurcaci yang membawakan nomer-nomer Hip Metal dengan groove yang mampu ‘menggoyang’ audiens. The Painkillers dengan nomer-nomer alternative metal-nya. Thrashline yang menggempur telinga dengan Thrash Metal-nya. Hampir semua jenis Rock dan roots-nya ada di gelaran festival ini, sampai We Start Party’s dengan disco music-nya pun mampu menarik perhatian bahkan sebagian massa yang terlihat menggunakan atribut metal.

We Start Party’s sejak didirikan pada tahun 2009 telah memiliki fanbase yang besar dalam waktu yang singkat. Selai karena looks band ini menarik, musikalitas merekapun sangat layak disimak. Band asal UK ini menyebut musiknya sebagai Fun Loving Dance / Pop. Kelima personil We Start Party’s, Ben, Matt, Dave, Elys dan Ros benar-benar menghipnotis semua yang hadir malam itu. Mereka seakan menjadi ‘penenang’ diantara hingar binger musik Rock yang mendominasi festival ini.

Penampilan RI1, yang dipunggawai oleh 2 eks member Boomerang, Roy Jeconiah dan John Paul Ivan menyedot perhatian banyak audiens. Sebagian lagu-lagu baru dan nomer dari Boomerang yang disuguhkan R1 mampu memanaskan suasana venue yang sempat diguyur hujan ringan sesaat.

Hingga akhirnya yang ditunggu-tunggu pun muncul di Distortion stage. Yup, Sepultura, band Thrash Metal legendaris asal Brazil ini kembali hadir di depan para penggemar Indonesia-nya setelah 20 tahun lamanya. Sepultura adalah salah satu nama yang dianggap paling berpengaruh dalam perkembangan musik Metal dunia, terutama di tahun 90-an. Dibentuk di Belo Horizonte (ibukota Minas Gerais), Brazil pada tahun 1984 oleh 2 bersaudara, Max & Igor Cavalera. Pada tahun 1992, mereka mengadakan konser di Jakarta dan Surabaya. Meski kini Sepultura sudah tidak didiami oleh Cavalera bersaudara, namun animo para fans Sepultura masih sangat besar demi melihat penampilan langsung mereka. Banyak yang menyangsikan formasi Sepultura yang sekarang, terlebih tanpa adanya Cavalera bersaudara. Namun hal ini seolah ditepis oleh Sepultura saat Beneath The Remains membuka konser mereka. Personil terbaru Sepultura, Eloy Casagrande yang menggantikan posisi Jean Dolabella pada drum ini sangat mengejutkan audiens terutama karena power dan skillnya. Derrick Green sang vocalist saat memperkenalkan Eloy mengatakan, Eloy is a monster from Brazil. He’s destroying his drum set now. Sound Andreas Kisser pun jauh berbeda dengan sound-nya saat bertandang ke Indonesia 20 tahun yang lalu. Bisa dibilang, kematangan musikalitas Sepultura sangat terlihat malam itu. Sound yang balance, setlist yang menciptakan sing-a-long benar-benar memuaskan semua yang hadir malam itu. Lagu-lagu hits mereka dimainkan dengan sempurna, tidak ketinggalan juga lagu-lagu dari album terbaru mereka yang ke-12, Kairos, dibawakan dengan mantap oleh Sepultura. Setelah Sepultura, Peron Satoe hadir di Whatever stage seolah ‘mendinginkan’ telinga audiens dengan nomer-nomer Reggae yang dibawakan.

Sepultura’s setlist : Intro/Beneath the Remains, Refuse/Resist, Kairos, Relentless, Dead Embryonic Cells, Convicted in Life, Dialog, Attitude, What I Do!, Choke, Mask, Septic Schizo / Escape to the Void, Sepulnation, Subtraction, Just One Fix (Ministry cover), Territory, Inner Self, Arise, Encore: Ratamahatta, Roots Bloody Roots.

Day 2

Bagi sebagian orang yang hadir di hari pertama, pasti masih merasakan euphoria saat menyaksikan penampilan Sepultura di hari pertama saat hadir kembali di hari kedua gelaran festival ini. But the show has not ended yet. Yup, hari kedua yang sekaligus hari terakhir gelaran festival rock ini kembali menghadirkan sederet musisi Rock luar dan dalam negeri. Headliner untuk hari ini adalah PSMS yang merupakan project gabungan dari para virtuoso yaitu Mike Portnoy (drum), Billy Sheehan (bass), Tony Macalpine (guitar) dan Derek Sherenian (keyboard). Bagi sebagian besar musisi, nama-nama tersebut sudah pasti tidak asing lagi. Namun selain PSMS, masih banyak band-band lain yang tak kalah menarik untuk disimak. Sayangnya sekitar pukul 17:00, hujan turun dan membuat sebagian audiens yang hadir mencari tempat berteduh. Bahkan dalam akun twitter resminya, Mike Portnoy mengatakan : Rain, rain, go away…we need to play outside today!. Hingga akhirnya hujan reda dan audiences traffic mulai terlihat lagi.

Besok Bubar tampil dengan Grunge Rock-nya yang selalu memikat tampak berhasil menyedot perhatian para penikmat rock tanah air. Blitzkrieg dengan progressive metal-nya juga memukau para audiens dengan permainan personilnya yang skillful yang sudah menjadi trademark band sejenis. Ada juga Sinclarity, band asal Amerika Serikat yang menyebut musiknya sebagai alternative modern-day classic ini mampu memuaskan sejumlah fans mereka yang menanti penampilan mereka secara langsung. Kembali penampilan band lokal yang menyedot perhatian para audiens, The Miracle. Band ini dikenal sebagai cover band  Dream Theater, namun malam itu mereka tidak hanya membawakan lagu-lagu DT tetapi juga lagu-lagu mereka sendiri.

Hingga akhirnya semua audiens berkumpul semua di area Distortion stage. Yup, semuanya tidak sabar menanti penampilan dari band proyekan para virtuoso ini. Band yang bernama PSMS ini berisikan sejumlah musisi yang sudah menjadi musisi berpengaruh dunia, mereka adalah Mike Portnoy (ex Dream Theater, Liquid Tension Experiment dll.), Billy Sheehan (ex David Lee Roth Band, Mr Big, Niacin dll.), Tony Macalpine (Solo, Steve Vai Band, Ring of Fire dll.) dan Derek Sherenian (ex Dream Theater, Solo, Platypus). Semua bertanya-tanya dalam hati, seperti apakah musik yang akan diberikan oleh PSMS ini. Hingga akhirnya Tony memainkan intro dari The Change Of Season:The Crimson Sunrise (Dream Theater’s cover) terjawab sudah, ternyata band ini membawakan sejumlah nomer masing-masing personil. Semuanya saling unjuk gigi memperlihatkan skill masing-masing dan seolah-olah audiens sedang menyaksikan clinic concert. Mike Portnoy sebagai frontman  mengatakan bahwa dia sangat senang bermain di Indonesia, hal yang sudah dia impikan dari dulu (sebelumnya Dream Theater sudah mengadakan konser di Indonesia, tapi tanpa Portnoy yang digantikan oleh Mangini). Satu persatu personil PSMS melakukan ‘atraksi’ dengan melakukan solo part-nya masing-masing. Yang menarik adalah saat Mike mengajak JP Millenix  ke atas stage. Drummer cilik berbakat ini menarik perhatian Mike saat dia mengupload videonya yang meng-cover Erotomania (Dream Theater). Dan rangkaian gelaran Djarum Super Rock Fest 2012 ini ditutup dengan Shy Boy (David Lee Roth Band’s cover). Well said, it was 2 days of Rock!!

PSMS’s setlist : A Change of Seasons: I The Crimson Sunrise (Dream Theater cover), Acid Rain (Liquid Tension Experiment cover), The Stranger (Tony MacAlpine cover), Stratus (Billy Cobham cover), Atlantis, Part 1: Apocalypse 1470 B.C. (Derek Sherinian cover), Guitar Solo, Been Here Before (Derek Sherinian cover), Birds of Prey (Billy’s Boogie) (Tony MacAlpine cover), Bass Solo, The Farandole (Talas cover), The Pump (Jeff Beck cover), Drum Solo, Nightmare Cinema (Derek Sherinian cover), Hell’s Kitchen (Dream Theater cover), Keyboard Solo, Lines in the Sand (Dream Theater cover) (abridged), Encore: Shy Boy. (heyckel)

Marvel’s Squad Battlefield (1st diorama by order)

This project is my first diorama’s project by order for RazorVault Toys ( https://www.facebook.com/razorvault?fref=ts ). It took 3 days to finished this diorama (so little times so much to do..), coz it will be displaying at Toys Mania 2012 (Toys Fair), PoinSquare, Lebak Bulus. Ive made this with the help from a friend, @aribimateja.

So here the progress while we build this huge diorama (1mx1m). Enjoy 🙂

ImageImage

untitled

Ruin Madness

so, here’s my 4th diorama, figure using Alien VS Predator pack (NECA)

enjoy 🙂

Image

Image

Image

Image