Anthrax + Hellyeah concert report : Crowd Indonesia yang terbaik sepanjang tahun 2012

Bisa dibilang tanggal 31 Maret 2012 lalu adalah hari bersejarah bagi sebagian besar Metalheads Indonesia terutama pecinta Old School & Thrash Metal. Pasalnya di hari itu, setelah penantian lebih dari 20 tahun akhirnya salah satu promotor musik Indonesia, BLADE ID mengundang jagoan Thrash Metal asal New York, ANTHRAX untuk menggempur telinga para Metalheads Indonesia di Pantai Karnival Ancol, Jakarta. Turut menjadi pendukung tour mereka, HELLYEAH sebuah project dari Drummer legendaris Vinnie Paul (ex Pantera, Damageplan). Sebelumnya konser ini mengalami perubahan jadwal yang seharusnya dilaksanakan pada tanggal 10 Desember 2011 karena ada anggota keluarga Charlie Benante yang sakit.

Sejak didirikan pada tahun 1981 Anthrax sekarang dikenal sebagai salah satu The Big Four (selain Megadeth, Metallica & Slayer), band yang sekarang diperkuat oleh Scott Ian (guitar, backing vokal), Charlie Benante (drums,percussions), Frank Bello (bass, backing vocal), Joey Belladonna (vocal), dan Rob Caggiano (lead guitar) hingga saat ini telah mengeluarkan 10 studio album yaitu : Fistful Of Metal (1984), Spreading The Disease (1985), Among The Living (1987), State Of Euphoria (1988), Persistence Of Time (1990), Sound Of White Noise (1993), Stomp 442 (1995), Volume 8: The Threat Is Real (1998), We’ve Come For You All (2003) dan yang terakhir dan menjadi titel tour mereka saat ini, Worship Music (2011).

Ok, back to concert, semenjak sore hari Metalheads yang sebagian besar mengenakan atribut Anthrax sudah memadati kawasan Ancol. Mereka sangat antusias untuk menjadi saksi di konser bersejarah ini. Bisa dibilang pemandangan rambut gondrong, tshirt band, celana ketat menjadi pemandangan yang lazim di hari itu. Banyak pula terlihat Metalheads yang berasal dari negara tetangga seperti Singapore, Malaysia & Australia yang rela datang demi menyaksikan salah satu nama yang paling berpengaruh di dunia Metal ini.

Sekitar pukul 20:00 WIB, akhirnya gate mulai dibuka dan berangsur-angsur para Metalheads memasuki venue dengan tertib. Hellyeah, tidak ada satu keributan pun di show  ini. Coz they’re Indonesian Metalheads. Salute!! Hingga akhirnya setelah bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya, Hellyeah pun mulai menghajar para audiens. Band yang digawangi Chad Gray, Greg Tribbett (Mudvayne), Tom Maxwell (Nothingface), Bob Zilla (Damageplan) dan Vinnie Paul (Pantera) ini mengusung jenis Modern Southern Metal. Overall penampilan mereka cukup menghibur karena penampilan Chad yang atraktif dan tentunya sosok Vinnie yang legendaris. Stampede, Hell of The Time, Better Man, You Wouldn’t Know, Alcohaulin’ Ass, Goddamn menjadi barisan dari 9 lagu yang dibawakan. Hanya saja mereka mengalami masalah di sound system hingga Tom Maxwell menjatuhkan satu head Marshall amp-ny akarena kesal. Tapi tak henti-hentinya Chad mengucap ‘Terima Kasih’ atas kegilaan crowd Indonesia.

Setelah Hellyeah menyelesaikan setlist mereka dan para stage crew mempersiapkan segalanya, akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul di stage. Anthrax membuka konser mereka dengan Earth On Hell dan tanpa basa basi dilanjutkan dengan Fight ‘Em till You Can’t. Crowd masih belum terlalu familiar dengan lagu-lagu di album baru hingga akhirnya nomor-nomor lawas yang ditunggu-tunggu berkumandang seperti Antisocial, Caught In A Mosh, Among The Living, Got The Time, Deathrider, Indians. Yang menarik saat membawakan Indians, Belladona mengganti bajunya dengan jersey Timnas Sepakbola Indonesia. Hal ini makin membuat Metalheads bersemangat mengikuti konser in seakan ini adalah hari terbaik dalam hidup mereka. Sempat Soctt Ian menghentikan musik, crowd mengira hal ini disengaja, tetapi ternyata Scott ‘tidak puas’ dengan crowd Indonesia. ‘Saya banyak mendengar tentang Indonesia dari banyak band yang telah bermain disini. Mereka bilang crowd Indonesia gila. Tapi mana buktinya??’ ujar Scott kepada crowd. Hingga akhirnya Scott meminta crowd agar ‘lebih gila’ dan seketika mereka menciptakan circle pit yang sangat mengesankan. Semua melakukan headbang, moshing dan berpesta bersama Anthrax malam itu.

Selain itu ada hal lain yang menarik, lagu Be All End All seharusnya tidak masuk setlist Anthrax malam itu. Tapi demi memenuhi keinginan crowd yang menyanyikan intro nada Be All End All, Scott langsung memainkan intronya. For sure it was a great moment. Seperti biasa, akting seolah konser usai pun dilakukan Anthrax. Crowd yang jelas masih belum puas dengan konser ini pun berteriak kompak menyerukan encore “We want more, we want more, we want more”. Benar, tak lama Anthrax kembali ke stage dan tanpa basa basi membawakan nomor-nomor lawas mereka yaitu Madhouse, Efilnikufesin (N.F.L.), Metal Thrashing Mad, I’m the Man hingga akhirnya I Am the Law menutup penampilan Anthrax malam itu. Semua puas, Anthrax sangat menikmati show mereka malam itu dan Scott Ian berkata ‘For sure, Indonesian crowd was the best so far in 2012..!!!’ (Heyckel)

dimuat di Trekrmagz #3 2012 ( http://www.trekrmagz.com )

Image

(w/ Mr Vinnie Paul from Hellyeah, ex PANTERA, DAMAGEPLAN)Image

(with some buddies at venue \m/)Image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: