SEPULTURA : Most Successful Brazilian Heavy Metal’s Ever

SEPULTURA adalah salah satu nama yang dianggap paling berpengaruh dalam perkembangan musik Metal dunia, terutama di tahun 90-an. Dibentuk di Belo Horizonte (ibukota Minas Gerais), Brazil pada tahun 1984 oleh 2 bersaudara, Max & Igor Cavalera. Keduanya sama-sama menggemari band-band yang tengah naik daun kala itu seperti Black Sabbath, Led Zeppelin, AC/DC, Deep Purple, Iron Maiden. Tapi mereka berdua benar-benar ingin mendirikan sebuah band-nya sendiri setelah mendengarkan album dari Black Sabbath yang bertitel Black Sabbath Vol. 4. Kemudian mereka mulai mendengarkan band-band dengan music yang ‘lebih keras’ seperti  Kreator, Sodom, Megadeth, Exodus dan Exciter. Nama ‘Sepultura’ sendiri adalah ide dari Max Cavalera yang menyadur lagu Motorhead, Dancing On Your Grave. Kata Sepultura berasal dari bahasa Portugis yang berarti Makam/Kuburan.

Formasi awal Sepultura adalah Max Cavalera (guitar), Igor Cavalera (drum), Wagner Lamounier (vocal) dan Paulo Jr (bass). Namun kehadiran Lamounier tidak lama, setahun kemudian tepatnya pada bulan Maret 1985, Lamounier mengundurkan diri karena merasa tidak cocok dengan member Sepultura yang lalu. Dia membentuk Sarcofago (band ini ber-genre Black Metal) tidak lama kemudian. Max akhirnya memutuskan untuk mengambil alih divisi vocal dan Sepultura menambah ‘amunisi’ dengan bergabungnya Jairo Guedes sebagai lead guitarist. Setelah menggempur gigs ke gigs, pada pertengahan tahun 1985 Sepultura merilis EP-nya yang bertitel Bestial Devastation (Cogumelo Records). Ini merupakan split album dimana Sepultura ‘ditemani’ oleh band asal Brazil, Overdose. Setahun kemudian, pada bulan Agustus 1986, akhirnya Sepultura merilis full album pertamanya yang bertitel Morbid Visions. Di album ini, satu nomor legendaris tercipta yaitu, Troops Of Doom. Album perdana ini berhasil memikat penikmat Metal terutama di Brazil. Nuansa yang ada di album ini sangat kental dengan Death Metal. Tidak lama kemudian Sepultura memutuskan menetap di kota yang lebih besar yaitu Sao Paulo.

Image 

Lagi-lagi Sepultura harus ditinggal personilnya, kali ini Jairo Guedes yang mengundurkan diri pada awal tahun 1987. Namun pengganti Guedes didapat tidak lama kemudian. Andreas Kisser, gitaris asal Sao Paulo ini memperkuat Sepultura dan langsung merilis album kedua yang bertitel Schizophrenia. Album ini semakin memperkental riff Thrash Metal, berbeda dengan album sebelumnya namun masih ada balutan Death Metal. Album ini diedarkan sampai ke Amerika Serikat dan Sepultura mendapatkan perhatian dari Roadrunner Record, sebuah label besar yang ‘mengkhususkan’ genre Metal pada rilisannya. Akhirnya mereka mengadakan kerja sama dan merilis album Schizophrenia dengan skala internasional meski kedua belah pihak belum pernah bertemu langsung.

Image 

Tahun 1989, Sepultura merilis album ketiganya yang bertitel Beneath The Remains di Rio De Janeiro. Selama proses rekamannya, Sepultura menggunakan translator untuk berkomunikasi dengan sang produser yang berasal dari Amerika Serikat, Scott Burns. Album ketiga ini dianggap album monumental yang setara dengan album klasik Slayer, Reign In Blood, terutama dalam perkembangan genre Thrash/Metal saat itu. Bahkan Terrorizer Magazine menobatkan album ini sebagai salah satu dari 20 album Thrash Metal terbaik. Akhirnya, Sepultura melakukan gigs pertamanya di Amerika Serikat sebagai opening act dari King Diamond, di The Ritz, New York pada tanggal 31 Oktober 1989. Tidak lama kemudian, Sepultura juga membuat video kilp pertama mereka yaitu Inner Self.

Image

Gigs besar pertama Sepultura adalah Rock In Rio II pada bulan Januari 1991. Mereka bermain didepan kurang lebih 100.000 audiens yang semakin memperkuat nama Sepultura kala itu. Hingga akhirnya, Sepultura melakukan perpindahan dari Brazil ke Phoenix, Arizona dan merombak manajemen mereka dengan yang baru. Setelah itu mereka merekam album keempat, salah satu album Thrash Metal paling fenomenal, yang bertitel Arise di  Morrisound Studios (Tampa, Florida). Single dari album ini yang bertitel Dead Embryonic Cells sukses di pasaran dan makin banyak memikat penggemar mereka. Album ini juga pertama kali masuk ke dalam Billboard 200 chart dan masuk pada urutan 119.

Chaos A.D.adalah titel album kelima mereka yang dirilis pada tahun 1993. Di album ini, Sepultura mulai memadukan style Industrial dan Hardcore Punk, dimana mereka menurunkan tempo lebih lambat daripada album-album sebelumnya dan banyak memasukkan unsure groovy. AllMusic media menobatkan album ini sebagai salah satu album Heavy Metal  terbaik sepanjang masa. Di tahun 1994, Max dan Igor membuat sebuah project yang bernama Nailbomb bersama Alex Newport (Fudge Tunnel). Band ini lebih ‘mengentalkan’ unsur Industrial yang tengah digandrungi Max dan Igor kala itu (nantinya akan sangat berpengaruh ke musik Soulfly dan Cavalera Conspiracy).

Setelah merilis album keenam mereka yang bertitel Roots pada tahun 1996, Max Cavalera memutuskan untuk meninggalkan Sepultura. Saat itu, Dana, putra tirinya dari sang istri Gloria Bujnowski tewas terbunuh. Kisser juga memecat Gloria yang juga menjadi manajer Sepultura. Hal ini menyulut kekecewaan Max terhadap Kisser yang baru diutarakan Max pada sebuah interview dengan Faceculture pada tahun 2010. Setelah hengkang dari Sepultura, Max membuat Soulfly pada tahun 1997. Tak lama kemudian, Derrick Green masuk menggantikan Max Cavalera sebagai frontman dan langsung merekam album ketujuh mereka yang bertitel Against yang dirilis tahun 1998. Album ini cukup menuai kesuksesan dan lebih sukses dari album sebelumnya. Bahkan album ini lebih tinggi penjualannya dibandingkan dengan album debut band baru Max Cavalera, Soulfly.

Image

Sepultura menemui masalah setelah merilis album kedelapan mereka, Nation di tahun 2001. Album ini memiliki nilai penjualan yang sangat rendah dan album ini menjadi album terakhir mereka yang dirilis oleh Roadrunner records. Namun pada tahun 2002, Roadrunner merilis album live saat Max Cavalera masih menjadi frontman yang bertitel Under a Pale Grey Sky. Pada tahun yang sama, Sepultura merilis Revolusongs, sebuah EP yang berisi lagu-lagu cover version dan tak lama kemudian album kesembilan mereka, Roorback dirilis pada tahun 2003.

Perubahan formasi terjadi lagi pada Sepultura. Kali ini Igor Cavalera yang mengundurkan diri dari Sepultura setelah merilis album Dante XXI di tahun 2006. Kali ini sudah tidak ada dua pendiri Sepultura, yaitu Cavalera bersaudara. Namun Andreas Kisser masih berniat melanjutkan band ini dan segera mencari pengganti Igor, yaitu Jean Dolabella. Igor sendiri lalu mendirikan Cavalera Conspiracy bersama saudaranya Max.

Pada tanggal 26 Januari 2009, Sepultura merilis album kesepuluh mereka yang bertitel A-Lex. Ini adalah album pertama yang tidak melibatkan duo Cavalera sama sekali, hanya menyisakan Paulo Jr. dari formasi awal Sepultura. Album ini menuai banyak respon positif, karena biasanya band-band lain kebanyakan akan mengalami penunuran musikalitas saat mengalami pergantian personil terutama personil pendiri band tersebut, tapi hal ini tidak berlaku untuk Sepultura. Musikalitas mereka di album ini cukup ‘stabil’.

Nuclear Blast Records menjadi ‘rumah baru’ bagi Sepultura. Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan pada tanggal 6 Juni 2010. Segera setelah itu album kesebelas mereka yang bertitel Kairos dirilis pada bulan Juni 2011. Album ini berisi materi-materi Sepultura yang sudah menetapkan karakternya yang ‘bukan Cavalera’ lagi. Tidak lama setelah melakukan tur promo album Kairos, JeanDolabella mengundurkan diri dan digantikan oleh seorang drummer muda berbakat, yaitu Eloy Casagrande (Eloy sebelumnya bermain sebagai drummer eks vokalis Angra, Andre Matos dan saat itu dia berusia 20 tahun) pada bulan November 2011.

Image

Sampai sekarang Sepultura masih melakukan show-show  di seluruh penjuru dunia. Sayangnya, Kisser berkali-kali menegaskan kepada media jika tidak akan terjadi reuni dengan formasi klasik, terutama dengan Max Cavalera. MTV menobatkan Sepultura sebagai band Heavy Metal asal Brazil paling sukses sepanjang sejarah dan salah satu band paling penting di tahun 90-an. Seperti apakah gempuran terbaru Sepultura di album baru mereka mendatang? Well, hope its still kickass Thrash bloody Thrash! (heyckel / dari berbagai sumber/foto : istimewa)

Discography :

Morbid Visions (1986)

Schizophrenia (1987)

Beneath the Remains (1989)

Arise (1991)

Chaos A.D. (1993)

Roots (1996)

Against (1998)

Nation (2001)

Roorback (2003)

Dante XXI (2006)

A-Lex (2009)

Kairos (2011)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: