DJARUM SUPER ROCK FEST 2012 : COME OUT AND PLAY report : 2 DAYS OF ROCKS

Image

Sebuah festival Rock yang bertajuk ‘Djarum Super Rock Fest 2012 : Come Out and Play’ digelar pada hari Sabtu-Minggu (10-11 November 2012) di Lapangan D Senayan, Jakarta. Festival yang dipromotori oleh Variant Entertainment ini menampilkan sederet musisi Rock luar dan dalam negeri yang dibagi dalam 3 stage, yaitu Distortion Stage, Overdrive Stage, dan Whatever Stage. Untuk musisi luar negeri-nya diantara lain adalah Sepultura, Portnoy Sheehan Macalpine Sherinian (PSMS), David Kennedy (Angel and Airwaves), Sinclarity, We Start Party’s dan DJ Motiv8 (Black Eyed Peas). Untuk rocker Indonesia yang unjuk gigi adalah RI1, The Miracle, 7 Kurcaci, FLIP, Cozy Republik, The After Miles, Thrashline, Disconnected, Melodrama, Blitzkrieg, Peron Satoe dan masih banyak lagi. Harga tiket pun terbilang terjangkau untuk sebuah festival yang menampilkan banyak musisi. Harga tiket yang dijual bisa dibilang cukup terjangkau, hari pertama tiket dibanderol dengan harga Rp. 100.000 dan untuk hari kedua dibanderol dengan harga Rp. 150.000.  

Day 1

Hari pertama gelaran festival ini dibuka dengan cuaca yang sangat cerah, dibandingkan dengan beberapa hari belakangan yang selalu diwarnai hujan. Seperti biasa saat sebuah festival digelar, para audiens akan dimanjakan dengan performa para band yang bermain di masing-masing stage. Bebas memilih mana yang ingin dilihat atau sekedar berjalan-jalan ke area venue yang banyak menghadirkan stand booth merchandise. Semua audiens tampak ingin menyaksikan semua band yang tampil hari itu dan tidak ingin kehilangan satu momen pun. Terlebih dengan genre yang variatif membuat gelaran ini tidak berjalan dengan membosankan. Band-band yang bermain saling mencuri perhatian para audiens. Seperti 7 Kurcaci yang membawakan nomer-nomer Hip Metal dengan groove yang mampu ‘menggoyang’ audiens. The Painkillers dengan nomer-nomer alternative metal-nya. Thrashline yang menggempur telinga dengan Thrash Metal-nya. Hampir semua jenis Rock dan roots-nya ada di gelaran festival ini, sampai We Start Party’s dengan disco music-nya pun mampu menarik perhatian bahkan sebagian massa yang terlihat menggunakan atribut metal.

We Start Party’s sejak didirikan pada tahun 2009 telah memiliki fanbase yang besar dalam waktu yang singkat. Selai karena looks band ini menarik, musikalitas merekapun sangat layak disimak. Band asal UK ini menyebut musiknya sebagai Fun Loving Dance / Pop. Kelima personil We Start Party’s, Ben, Matt, Dave, Elys dan Ros benar-benar menghipnotis semua yang hadir malam itu. Mereka seakan menjadi ‘penenang’ diantara hingar binger musik Rock yang mendominasi festival ini.

Penampilan RI1, yang dipunggawai oleh 2 eks member Boomerang, Roy Jeconiah dan John Paul Ivan menyedot perhatian banyak audiens. Sebagian lagu-lagu baru dan nomer dari Boomerang yang disuguhkan R1 mampu memanaskan suasana venue yang sempat diguyur hujan ringan sesaat.

Hingga akhirnya yang ditunggu-tunggu pun muncul di Distortion stage. Yup, Sepultura, band Thrash Metal legendaris asal Brazil ini kembali hadir di depan para penggemar Indonesia-nya setelah 20 tahun lamanya. Sepultura adalah salah satu nama yang dianggap paling berpengaruh dalam perkembangan musik Metal dunia, terutama di tahun 90-an. Dibentuk di Belo Horizonte (ibukota Minas Gerais), Brazil pada tahun 1984 oleh 2 bersaudara, Max & Igor Cavalera. Pada tahun 1992, mereka mengadakan konser di Jakarta dan Surabaya. Meski kini Sepultura sudah tidak didiami oleh Cavalera bersaudara, namun animo para fans Sepultura masih sangat besar demi melihat penampilan langsung mereka. Banyak yang menyangsikan formasi Sepultura yang sekarang, terlebih tanpa adanya Cavalera bersaudara. Namun hal ini seolah ditepis oleh Sepultura saat Beneath The Remains membuka konser mereka. Personil terbaru Sepultura, Eloy Casagrande yang menggantikan posisi Jean Dolabella pada drum ini sangat mengejutkan audiens terutama karena power dan skillnya. Derrick Green sang vocalist saat memperkenalkan Eloy mengatakan, Eloy is a monster from Brazil. He’s destroying his drum set now. Sound Andreas Kisser pun jauh berbeda dengan sound-nya saat bertandang ke Indonesia 20 tahun yang lalu. Bisa dibilang, kematangan musikalitas Sepultura sangat terlihat malam itu. Sound yang balance, setlist yang menciptakan sing-a-long benar-benar memuaskan semua yang hadir malam itu. Lagu-lagu hits mereka dimainkan dengan sempurna, tidak ketinggalan juga lagu-lagu dari album terbaru mereka yang ke-12, Kairos, dibawakan dengan mantap oleh Sepultura. Setelah Sepultura, Peron Satoe hadir di Whatever stage seolah ‘mendinginkan’ telinga audiens dengan nomer-nomer Reggae yang dibawakan.

Sepultura’s setlist : Intro/Beneath the Remains, Refuse/Resist, Kairos, Relentless, Dead Embryonic Cells, Convicted in Life, Dialog, Attitude, What I Do!, Choke, Mask, Septic Schizo / Escape to the Void, Sepulnation, Subtraction, Just One Fix (Ministry cover), Territory, Inner Self, Arise, Encore: Ratamahatta, Roots Bloody Roots.

Day 2

Bagi sebagian orang yang hadir di hari pertama, pasti masih merasakan euphoria saat menyaksikan penampilan Sepultura di hari pertama saat hadir kembali di hari kedua gelaran festival ini. But the show has not ended yet. Yup, hari kedua yang sekaligus hari terakhir gelaran festival rock ini kembali menghadirkan sederet musisi Rock luar dan dalam negeri. Headliner untuk hari ini adalah PSMS yang merupakan project gabungan dari para virtuoso yaitu Mike Portnoy (drum), Billy Sheehan (bass), Tony Macalpine (guitar) dan Derek Sherenian (keyboard). Bagi sebagian besar musisi, nama-nama tersebut sudah pasti tidak asing lagi. Namun selain PSMS, masih banyak band-band lain yang tak kalah menarik untuk disimak. Sayangnya sekitar pukul 17:00, hujan turun dan membuat sebagian audiens yang hadir mencari tempat berteduh. Bahkan dalam akun twitter resminya, Mike Portnoy mengatakan : Rain, rain, go away…we need to play outside today!. Hingga akhirnya hujan reda dan audiences traffic mulai terlihat lagi.

Besok Bubar tampil dengan Grunge Rock-nya yang selalu memikat tampak berhasil menyedot perhatian para penikmat rock tanah air. Blitzkrieg dengan progressive metal-nya juga memukau para audiens dengan permainan personilnya yang skillful yang sudah menjadi trademark band sejenis. Ada juga Sinclarity, band asal Amerika Serikat yang menyebut musiknya sebagai alternative modern-day classic ini mampu memuaskan sejumlah fans mereka yang menanti penampilan mereka secara langsung. Kembali penampilan band lokal yang menyedot perhatian para audiens, The Miracle. Band ini dikenal sebagai cover band  Dream Theater, namun malam itu mereka tidak hanya membawakan lagu-lagu DT tetapi juga lagu-lagu mereka sendiri.

Hingga akhirnya semua audiens berkumpul semua di area Distortion stage. Yup, semuanya tidak sabar menanti penampilan dari band proyekan para virtuoso ini. Band yang bernama PSMS ini berisikan sejumlah musisi yang sudah menjadi musisi berpengaruh dunia, mereka adalah Mike Portnoy (ex Dream Theater, Liquid Tension Experiment dll.), Billy Sheehan (ex David Lee Roth Band, Mr Big, Niacin dll.), Tony Macalpine (Solo, Steve Vai Band, Ring of Fire dll.) dan Derek Sherenian (ex Dream Theater, Solo, Platypus). Semua bertanya-tanya dalam hati, seperti apakah musik yang akan diberikan oleh PSMS ini. Hingga akhirnya Tony memainkan intro dari The Change Of Season:The Crimson Sunrise (Dream Theater’s cover) terjawab sudah, ternyata band ini membawakan sejumlah nomer masing-masing personil. Semuanya saling unjuk gigi memperlihatkan skill masing-masing dan seolah-olah audiens sedang menyaksikan clinic concert. Mike Portnoy sebagai frontman  mengatakan bahwa dia sangat senang bermain di Indonesia, hal yang sudah dia impikan dari dulu (sebelumnya Dream Theater sudah mengadakan konser di Indonesia, tapi tanpa Portnoy yang digantikan oleh Mangini). Satu persatu personil PSMS melakukan ‘atraksi’ dengan melakukan solo part-nya masing-masing. Yang menarik adalah saat Mike mengajak JP Millenix  ke atas stage. Drummer cilik berbakat ini menarik perhatian Mike saat dia mengupload videonya yang meng-cover Erotomania (Dream Theater). Dan rangkaian gelaran Djarum Super Rock Fest 2012 ini ditutup dengan Shy Boy (David Lee Roth Band’s cover). Well said, it was 2 days of Rock!!

PSMS’s setlist : A Change of Seasons: I The Crimson Sunrise (Dream Theater cover), Acid Rain (Liquid Tension Experiment cover), The Stranger (Tony MacAlpine cover), Stratus (Billy Cobham cover), Atlantis, Part 1: Apocalypse 1470 B.C. (Derek Sherinian cover), Guitar Solo, Been Here Before (Derek Sherinian cover), Birds of Prey (Billy’s Boogie) (Tony MacAlpine cover), Bass Solo, The Farandole (Talas cover), The Pump (Jeff Beck cover), Drum Solo, Nightmare Cinema (Derek Sherinian cover), Hell’s Kitchen (Dream Theater cover), Keyboard Solo, Lines in the Sand (Dream Theater cover) (abridged), Encore: Shy Boy. (heyckel)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: